June 2013
17 posts
Sering ya saya melihat pasangan menikah yang hidupnya sulit atau sangat pas-pasan secara finansial. Terlebih lagi ternyata banyak juga suaminya yang pemalas dan kerjaannya ga jelas (bagi pria yang udah berusaha keras dan belum dapat pekerjaan layak, itu beda kasus). Terlebih lagi (lagi lagi lagi), sang istri berusaha keras untuk mempertahankan rumah tangga karena takut digosipin tetangga dan jadi aib tersendiri. Si istri sendiri tidak bisa berbuat banyak untuk mencari pekerjaan yang gajinya memadai. Dalam kasus ini, wajar jika kita menginginkan para kaum pria untuk gigih memberikan kehidupan yang LAYAK bagi keluargnya, toh mereka adalah KEPALA KELUARGA. Siapa coba yang ga mau kebutuhan sandang, pangan, dan papannya terpenuhi? Siapa yang ga mau anaknya bisa ikut berbagai les buat menunjang kemampuan akademis dan non-akademis mereka? Siapa yang ga mau sekali-kali kumpul keluarga sambil makan enak di restoran? Tidak perlu munafik, meskipun saya belum menikah, saya tahu hal-hal yang saya sebutkan di atas sudah menjadi kebutuhan mendasar bagi banyak keluarga di jaman sekarang.
Seperti yang saya sebutkan di atas, banyak wanita yang memilih untuk mempertahankan rumah tangga ketimbang ditimpa berbagai isu yang tidak menyenangkan. Sejujurnya saya kesal dan sangat mempertanyakan hal ini lho, apa enaknya sih mempertahankan rumah tangga semacam itu? Anda mau numpang di rumah orang lain dan wara wiri seenaknya berasa itu rumah sendiri? (Kalau iya, Anda emang orang gatau diri). Anda percaya bahwa pasangan hidup Anda yang malas itu pemberian Tuhan? Takdir bagi hidup Anda? Tidak bisa dipisahkan sampai maut datang? Karena meskipun dia tidak mampu secara materi, bisa memberikan cinta yang lebih dari materi apapun?
Bicara masalah cinta, kalau pasangan hidup cinta sama kita, mana mungkin mereka bakal membiarkan orang-orang yang disayanginya kesulitan dan kekurangan. Kalau masih ada yang mau berkelit, CINTA MACAM APA LAGI? Coba kasih tahu saya!
Hidup itu perjuangan dan banyak pilihan menuju sukses dan sejahtera. Resikonya bisa besar atau kecil. Kita ga bisa menentukan orang itu sukses atau tidak karena jalannya tidak sesuai dengan cara kita sendiri. Gak ada yang berhak. Perjuangan yang dilakukan untuk menuju sukses ini dalam arti positif lho ya, saya yakin pasti Anda tahu maksudnya.
Kalau Anda tetap di tempat, ujung-ujungnya cuma bisa jadi parasit bagi orang lain.